Kebakaran Hutan di Australia Menjadi Terbesar Sepanjang Sejarah, Mulai Pengaruhi Iklim Dunia!

Kebakaran hutan di Australia yang terjadi sejak bulan juli 2019 menjadi kebakaran terbesar sepanjang sejarah bahkan lebih parah daripada di hutan Amazon. Total korban hingga saat ini berjumlah 27 orang meninggal dunia dan lebih dari 2.000 rumah ludes terbakar.




Penyebab dari kebakaran ini adalah meningkatnya suhu permukaan bumi khusus di wilayah benua Australia yang menjadi tempat dengan suhu rata-rata tertinggi. Dan kondisi ini diperparah dengan kencangnya angin yang mengarah ke barat sedangkan titik api berada di negara bagian New South Wales yang berada di bagian timur Australia. Akibatnya dengan mudah api tertiup angin ke seluruh wilayah benua Australia.

Selain itu juga ada dugaan human error sebagai penyebab terjadinya kebakaran ini. Sedikitnya ada 24 orang yang tertangkap basah menyalakan api dan polisi setempat sudah menahan sebanyak 183 orang karena kasus menyalakan api di area hutan.

Di atas adalah desain kaos dari ZipZip yang juga membuat desain “Save Our Earth” sebagai bentuk dukungan dalam menyadarkan dunia bahwa menjaga lingkungan itu penting. Jika kalian ingin membeli kaos ini, kalian bisa menghubungi admin via email atau langsung menuju website dari Zip Zip.

Suhu terpanas di Australia tercatat terjadi pada bulan desember 2019 dengan suhu rata-rata per harinya mencapai 40 derajat celsius. Setara dengan suhu rata-rata di timur tengah. Namun sialnya, di Australia juga terjadi angin kencang.

Bahkan salah satu anggota pemadam kebakaran di NSW meninggal dunia akibat truknya terguling karena angin yang kencar. Selain itu perubahan iklim juga menjadi penyebab dari kebakaran hutan di Australia ini.



Selain korban orang meninggal dunia dan kerugian material, kebakaran ini juga mengakibatkan beberapa hewan dan pohon endemik asli Australia terancam punah. Kabar terakhir pemerintah Australia melegalkan setiap orang untuk memelihara Koala. Bahkan pemerintah Australia menjualnya langsung karena pemerintah dan lembaga terkait sendiri kewalahan menangani Koala yang terluka akibat kebakaran.

Selain itu hal ini juga dilakukan agar setiap warga bisa melakukan evakuasi dan pengobatan langsung jika melihat Koala yang terluka di areal kebakaran.

Kabar terakhir, Amerika memberikan sebuah bantuan berupa puluhan tim yang berisi ratusan pemadam kebakaran Amerika untuk dikirim ke Australia dengan harapan bisa menambah tim pemadam kebakaran yang ada di Australia. Dengan begitu kebakaran yang terjadi bisa segera dipadamkan.

Kebakaran di Australia sendiri diprediksi bisa menjadi ancaman besar bagi iklim dunia. Ketika iklim di Australia semakin tidak stabil, semua iklim di dunia juga akan semakin kacau. Hal ini karena benua Australia menjadi kunci pergerakan awan yang akan menuju ke samudra hindia dan pasifik.

Bahkan ketidakstabilan iklim di Australia sudah mengakibatkan dampak buruk bagi Indonesia. Hal ini dibuktikan pada tanggal 1 januari 2020 terjadi banjir dengan volume yang lumayan banyak sehingga mengakibatkan banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.




Hal ini mendorong banyak orang dari berbagai negara untuk mulai menjaga lingkungan agar tidak terjadi ketimpangan iklim seperti yang terjadi di Australia. Salah satu caranya dengan melakukan penanaman pohon di wilayah tandus. Minimal 30% dari sebuah daratan adalah hutan. Hal itu juga didukung dengan gerakan #saveOURearth yang digalangkan oleh banyak orang dari berbagai negara agar semakin banyak orang yang sadar bahwa iklim dunia sudah semakin tidak stabil karena manusia terlalu tidak peduli dengan lingkungan.

Belum menemukan yang kamu cari? Coba cari disini!

Published by Omar Abdullah

CarrierStory merupakan blog yang berisi konten pendakian dan hal-hal yang berhubungan dengan nature enthusiast. Saya merupakan satu-satunya penulis di blog ini sekaligus pemilik blog ini. Bagi teman-teman yang ingin membagikan cerita pendakiannya, bisa kirim cerita pendakiannya melalui page "Bagikan Cerita Pendakian Anda". Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *