Info Pendakian

Pendakian menjadi tren olahraga populer terbaru di Indonesia. Jumlah pendaki meningkat seiring dengan bertambahnya arus informasi. Hal ini juga sangat wajar, karena memang lokasi Indonesia yang dikelilingi oleh Ring of Fire sehingga banyak sekali gunung-gunung di Indonesia.

Per tahun tercatat, ada ratusan ribu hingga jutaan orang telah melakukan pendakian di seluruh pegunungan yang ada di Indonesia. Yang paling banyak adalah di pulau Jawa karena memang populasi penduduknya yang tinggi dan di pulau Jawa banyak sekali gunung-gunung mulai dari entry level hingga yang kelas advance.

Seiring bertambahnya jumlah pendaki, kini juga muncul aturan-aturan yang meregulasi tentang pendakian agar para pendaki tidak out of control. Seperti dilarang membawa tisu basah, membawa sampah turun kembali, dan lain-lain.

Info Pendakian Selama Corona

Informasi terbaru terkait pendakian selama pandemi Corona adalah pendakian mulai dibuka di beberapa gunung namun dengan jumlah pendakian yang dibatasi. Seperti hanya 30% dari kuota normal ataupun hanya dibuka untuk keperluan tertentu. Contohnya hanya dibuka untuk keperluan penambangan belerang ataupun riset.



Ada juga yang melarang remaja dibawah usia 18 tahun mendaki gunung. Contohnya di gunung Lawu. Hal ini karena setelah pendakian dibuka di Gunung Lawu, sudah ada 2 korban yang meninggal. Walaupun bukan karena faktor usia, tapi saya yakin hal ini ditujukan untuk memfilter jumlah pendaki amatir yang melakukan pendakian.

Sebenarnya sah-sah saja pendaki amatir melakukan pendakian, asalkan memang ditemani pendaki yang sudah profesional. Jangan sampai sudah amatir, tapi malah sok-sok an. Ini yang bahaya.

Untuk persyaratan mendaki gunung disaat COVID-19 sebenarnya tidak jauh beda dari aturan yang dianjurkan oleh Dinas Kesehatan. Seperti harus membawa hand sanitizer, masker, peralatan mandi sendiri, dan lain-lain. Tak jauh bedalah. Perbedaan yang signifikan adalah peralatan yang sebelumnya kita bisa sharing dengan teman kita, saat ini dianjurkan untuk menggunakannya secara pribadi. Seperti tenda. Sebelumnya ada isu 1 tenda 1 orang, namun hal ini dirasa memberatkan pendaki sehingga aturannya belum dibukukan.

Ya bisa dikatakan situasi di Indonesia saat ini belum stabil. Namun bagaimanapun, ekonomi harus tetap berjalan. Sehingga pendakian pun dibuka dengan tujuan membantu mendorong roda perekonomian. Saran saya, jika ingin mendaki, mendaki saja di gunung-gunung yang masih 1 provinsi dari rumah kamu. Jangan yang terlalu jauh terlebih dahulu. Hal ini bertujuan menghindari resiko penyebaran virus COVID-19 itu sendiri.