Gunung Wayang

Mendaki Gunung Wayang, Merasakan Panas Bumi Langsung

Gunung Wayang adalah gunung dengan ketinggian 2241 MDPL yang berlokasi di Bandung. Salah satu keunikan gunung Wayang adalah adanya kawah bulan sabit dengan luas 750m yang memiliki panas bumi aktif hingga saat ini. Tak heran jika di Gunung Wayang juga digunakan sebagai proyek pemanfaatan panas bumi.

Perusahaan yang melakukan pemanfaatan adalah Star Energy. Sejak agustus 2020, PT Star Energy telah memenuhi analisa dampak lingkungan atau AMDAL dan dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Lahan yang digunakan juga hanya sekitar 2 hektar milik PTPN VIII. Saat ini PLTP Wayang Windu mampu menghasilkan hingga 280 MW dan akan dikembangkan hingga 400 MW selama beberapa tahun ke depan.

Di Gunung Wayang masih sepi aktivitas pendakian karena memang Gunung Wayang belum sepopuler gunung-gunung lain. Lokasi gunung Wayang ini juga berjarak sekitar 40km dari pusat kota Bandung, tepatnya di kecamatan Pangalengan. Akses dari pusat kota ke Gunung Wayang kurang lebih memakan waktu 2-3 jam.

Di Gunung Wayang juga belum ada basecamp, sehingga jika ingin melakukan pendakian harus menggunakan izin langsung ke polsek terdekat. Karena Gunung Wayang oleh pemerintah setempat tidak difokuskan untuk aktivitas pendakian, menginat adanya proyek geothermal.

Jika kamu ingin ke Gunung Wayang, kamu bisa menggunakan pintu masuk portal PLTP Wayang Windu. Disini kamu bisa menitipkan kendaraan kamu ke pos satpam jika diperbolehkan, namun jika tidak kamu bisa mengarahkan kendaraanmu di tanah lapang kosong yang berjarak sekitar 15 menit dari pos satpam.

Basecamp menuju Batu Wayang

Dari tempat parkir ini, kamu bisa memulai pendakian. Treknya didominasi oleh kawasan perkebunan sayur baik itu wortel, tomat, teh dan sesekali juga hutan pinus. Tidak perlu khawatir, sepanjang jalur pendakian kamu akan mendapati banyak warga yang beraktivitas berkebun. Jangan lupa sapa ya gan hehe.

Setelah kurang lebih berjalan selama 1 jam, kamu akan sampai di kawasan Kawah Wayang. Sangat disarankan kamu menggunakan masker khusus untuk di area kawah karena memang gasnya beracun. Jika tidak punya, kamu bisa menggunakan masker biasa dan membasasi secara terus-menerus. Jika kamu pernah ke kawah ijen, pasti kamu familiar dengan bau kawahnya, karea tidak jauh berbeda.



Menuju Batu Wayang

Dari Kawah Wayang menuju Batu Wayang, treknya sedikit berbahaya. Tidak terjal, namun navigasinya tidak jelas. Karena satu-satunya petunjuk hanya sebuah jalan berundak yang lebih tinggi, sementara disekitar trek banyak semak-semak tinggi sehingga menutupi jalannya.

Selain itu di tengah perjalanan nanti, kamu akan menemui batu alam yang sangat besar dan menyerupai gunungan. Hati-hati saat di kawasan batuan ini, karena batunya cukup panas akibat dari panas bumi yang dikeluarkan Gunung Wayang. Sangat disarankan kamu menggunakan sepatu dan sarung tangan, jangan menggunakan sandal. Dan usahakan jangan sampai kulit badan kita bersentuhan langsung dengan batu.

Sampai disana, ada kawasan yang memiliki banyak batuan. Sehingga untuk melewatinya kamu harus melompat-lompat kecil. Sehingga perlu fokus dan hati-hati. Sebelum melompat pastikan pijakan dan keseimbangan badan, ketika jatuh selain terkilir, yang bahaya juga terkena panasnya.

Tak hanya sampai disitu, perjalanan semakin menantang ketika kamu sampai di kawasan yang memiliki jurang sangat dalam sehingga untuk melewatinya kamu harus merayap perlahan. Karena itu dia, di awal saya sarankan untuk menggunakan pakai tertutup agar tidak terlalu panas.

Sesampainya di Batu Wayang, vegetasi cukup terbuka dan banyak area landai. Sehingga biasanya para pendaki akan beristirahat di area ini. Jika kamu ingin mendirikan tenda, sangat disarankan untuk mendirikan di area ini namun pastikan ikat kencang tendamu ke tanah, karena angin cukup kencang dengan vegetasi yang terbuka.

Batu Wayang ke Puncak

Dari Batu Wayang ke puncak, model treknya tidak jauh beda dengan sebelumnya. Yaitu didominasi bebatuan dan jurang langsung dibagian sampingnya. Sehingga sangat disarankan hanya mendaki ketika musim kemarau. Karena jika hujan, treknya sangat licin dan tidak ada objek untuk berpegangan.

Selain itu di musim penghujan juga biasanya arah angin sangat acak dan tidak bisa ditebak. Akan menjadi bencana jika arah angin dari kawah mengarah ke jalur pendakian, hingga bisa mengakibatkan kerugian untuk kita sendiri.




Di puncak, kamu bisa melihat pemandangan elok dari gunung Cikuray dan Papandayan jika beruntung. Area puncaknya tidak terlalu luas, sehingga hanya cukup untuk 4 tenda saja. Saran saya lebih baik tidak melakukan camping. Jadi dirikan tenda saja di Batu Wayang, lalu summit tanpa carrier ke puncak, setelah itu turun lagi dan jika ingin istirahat di Batu Wayang saja.

Published by Omar Abdullah

CarrierStory merupakan blog yang berisi konten pendakian dan hal-hal yang berhubungan dengan nature enthusiast. Saya merupakan satu-satunya penulis di blog ini sekaligus pemilik blog ini. Bagi teman-teman yang ingin membagikan cerita pendakiannya, bisa kirim cerita pendakiannya melalui page "Bagikan Cerita Pendakian Anda". Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *