Gunung Batur: Jalur Pendakian, Kaldera, Waktu Terbaik Mendaki, Fun Fact

Gunung Batur merupakan gunung api aktif yang berlokasi di Bali. Tepatnya di desa Kintamani, kabupaten Bangli. Gunung Batur memiliki tinggi 1717 MDPL. Gunung Batur memang terkenal dengan keindahan 2 kalderanya. Selain itu untuk mendaki Gunung Batur, hanya diperlukan 2,5 jam saja untuk mencapai puncaknya. Karena itulah Gunung Batur sangat cocok untuk pendaki pemula ataupun sekedar rekreasi pendakian.

Kaldera Gunung Batur

Gunung Batur memiliki kaldera yang cukup luas, bahkan masuk jajaran top dunia sebagai gunung berapi aktif yang memiliki kaldera cukup luas dengan panjang 13,8 kilometer dan lebar 10 kilometer.

Di dasar kaldera inilah terbentuk sebuah danau yang airnya berasal dari air hujan. Yang menjadi fokus kebanyakan orang adalah, bentuk danaunya yang menyerupai bulan sabit. Para peniliti memprediksi kaldera ini terbentuk akibat letusan Gunung Batur sekitar 20rb tahun yang lalu.

Jalur Pendakian Gunung Batur

Untuk sampai ke puncak Gunung Batur hanya dibutuhkan 2,5 jam perjalanan, tapi jangan salah. Trek Gunung Batur sangat terjal dan licin di beberapa sektor. Bahkan pada maret 2020 lalu, seorang pendaki yang sedang beristirahat di puncak tergelincir dan berakhir dengan meninggal dunia. Sangat disarankan, jika kamu mendaki dengan orang yang belum pernah kesini, lebih baik menggunakan guide. Biayanya sekitar 300-400rb tergantung hasil negosiasi kamu.



Waktu Terbaik Mendaki Gunung Batur

Sangat disarankan kamu mendaki Gunung Batur saat musim panas. Karena saat musim hujan, selain treknya yang licin dan terjal, kamu kemungkinan juga tidak akan mendapatkan pemandangan yang sempurna karena tertutup kabut tebal yang biasanya muncul saat cuaca mendung.

Untuk start pendakian, disarankan sekitar jam 03:00 pagi waktu setempat, dengan estimasi waktu pendakian 2,5 jam, maka kamu akan sampai jam 05:30. Merupakan waktu yang sempurna karena sunrise akan dimulai sekitar jam 06:00.

Fun Fact Gunung Batur

Karena dikhawatirkan akan terjadi erupsi besar lagi, warga asli sekitar Gunung Batur banyak yang pindah menuju ke desa Karanganyar. Hal ini cukup wajar jika dilihat dari hasil letusannya yang menciptakan danau luas, maka merupakan langkah mitigasi yang tepat untuk pindah ke lokasi yang lebih jauh dari lereng Gunung Batur.

Walaupun begitu, kawasan Gunung Batur dan Kintamani tumbuh pesat menjadi kawasan pariwisata. Banyak hotel dan cafe di sekitaran Gunung Batur. Selain itu juga banyak perusahaan yang menjadikan Gunung Batur sebagai track mountain biking.




Bahkan UNESCO menjadikan kawasan Kintamani dan Gunung Batur sebagai kawasan GEOPARK dunia karena memiliki warisan geologi yang luar biasa dan hanya bisa ditemukan di Gunung Batur.

Published by Omar Abdullah

CarrierStory merupakan blog yang berisi konten pendakian dan hal-hal yang berhubungan dengan nature enthusiast. Saya merupakan satu-satunya penulis di blog ini sekaligus pemilik blog ini. Bagi teman-teman yang ingin membagikan cerita pendakiannya, bisa kirim cerita pendakiannya melalui page "Bagikan Cerita Pendakian Anda". Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *