Alas Purwo – Camp di Alas Purwo Banyuwangi, Banyak Orang Tirakad!

Alas Purwo Banyuwangi

Ok, kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya menulusuri hutan Alas Purwo Banyuwangi. Ya Alas Purwo, hutan dengan segudang flora dan fauananya sekaligus hutan dan beberapa pantai yang di gadang mempunyai ombak yang cukup asik untuk surfing. Terlepas dari itu semua, ada beberapa sisi yang patut kita banggakan dari Alas Purwo, yaitu situs sejarah dan cerita-cerita mistiknya yang tiada akhirnya.

Tips ke Alas Purwo Banyuwangi
Tips Backpackeran ke Alas Purwo Banyuwangi

Langsung masuk ke cerita utama. Libur akhir pekan menantang diri saya untuk berlibur ke Alas Purwo. Saya dan dua orang teman saya akan berangkat hari sabtu dan menginap di Alas Purwo selama 1 malam.

Perjalanan Menuju Alas Purwo

Sabtu, 15.30 berangkat menuju Alas Purwo

Waktu senja kami putuskan menjadi waktu untuk pemberangkatan kami. Menurut GPS yang ada di hp saya, jarak dari rumah saya menuju Alas Purwo kurang lebih memakan waktu hampir 2 jam. Segera kami berangkat. Sebelum masuk kawasan Alas Purwo, saya sempat membeli beberapa makanan untuk bekal kami selama satu malam disana. Beres belanja, kami langsung berangkat.

Sabtu, 16.15 sampai di kawasan Perhutani Alas Purwo

Tips ke Alas Purwo Banyuwangi
Tips Backpackeran ke Alas Purwo Banyuwangi

Berhubung kami semua belum sholat kami putuskan untuk mencari mushola. Segera kami menuju mushola yang sepertinya mushola milik perhutani Alas Purwo. Oh iya mushola ini juga merupakan mushola terakhir jika akan menuju Alas Purwo, selanjutnya kami hanya menemui hutan sepanjang perjalanan dan akan ada mushola lagi di Pantai Pancur yang tempatnya berada di tengah Alas Purwo.

Sabtu, 16.30 selesai sholat, kami melanjutkan perjalanan menuju Alas Purwo

Selesai sholat, kami melanjutkan perjalanan. Jalan setelah mushola ini bukan aspal lagi, melainkan paving sekitar 1km. Setelah itu ada pos yang digunakan khusus untuk pemantauan flora dan fauna. Setelah melewati pos ini, jalanan kembali berupa aspal yang masih baru. Karena saat saya kesana sedang proses pengaspalan di beberapa titik.

Pos Alas Purwo

Sabtu, 17.00 sampai di pos Rowobendo Alas Purwo

Tips Backpackeran ke Alas Purwo Banyuwangi
Loket Alas Purwo

Di pos ini dikhususkan untuk kegiatan tourism. Jadi setiap pengunjung wisata Alas Purwo wajib membeli tiket disini. Kami dikenakan biaya sebesar 25rb dengan rincian, 2 sepeda motor, 3 orang, dan menginap selama satu malam. Yang masih-masing dikenakan biaya sebesar 5rb. Sempat hampir gagal menuju Alas Purwo karena ternyata sedang ada pengaspalan dari ruas jalan Pantai Trianggulasi (Merupakan pantai terdekat/pertama dari arah kota) – Pantai Pancur (Pantai kedua) yang merupakan tujuan untuk camp kami. Setelah sedikit berdiskusi dengan petugas, saya diizinkan untuk menuju Pantai Pancur, namun perjalanan akan lebih lama karena jalan saat itu di buka tutup. Saya pikir tak apalah agak lama, yang penting rencana kami tidak gagal. Tanpa menunggu lebih lama lagi, kami melanjutkan perjalanan.

Sabtu, 17.10 sampai di persimpangan Pantai Trianggulasi

Benar seperti yang dikatakan petugas di loket tadi. Mulai dari pantai Trianggulasi sedang ada pengaspalan. Kami pun berhenti sejenak sambil menunggu antrian buka-tutup jalan. Terlihat pula di arah kanan ke arah pantai Trianggulasi tepatnya, sekelompok orang yang seperti dari Bali sedang istirahat. Mungkin habis beribadah pikir saya karena orang-orang ini menggunakan pakaian putih-putih khas pakaian untuk ibadah orang hindu.
Karena sebelum pantai Trianggulasi ini ada Pura Luhur Giri Salaka yang dikeramatkan oleh orang-orang Hindu dan biasanya digunakan untuk upacara keagamaan. 5 menit kami berhenti, giliran kendaraan dari arah kami melewat. Dengan perlahan saya melaju melalui pinggir jalan. Benar-benar harus menjaga keseimbangan, jatuh ke kanan kaki langsung nancap di aspal panas atau jatuh ke kiri langsung masuk selokan. Sekitar 200 meter kami berjalan seperti ini, sampai akhirnya kami sampai pada titik jalan yang sudah aman untuk dilewati.

Sampai di Pantai Pancur

Sabtu, 17.35 sampai tujuan Camping Ground Pantai Pancur, Alas Purwo

Tips Backpackeran ke Alas Purwo Banyuwangi
Tips Backpackeran ke Alas Purwo Banyuwangi

Saat kami sampai sana, matahari sudah hampir tenggelam. Segera kami parkir kendaraan kami. Di arah barat, terlihat pantai Pancur sedang memerah menyusul akan tenggelamnya matahari. Tanpa basa-basi kami langsung berlari menuruni anak tangga karena kebetulan posisi pantai berada di bawah. Langit sedang merah-merahnya, terlihat anggun sekaligus mengesankan.

Puas berfoto ria kami segera kembali ke atas menuju mushola terlebih dahulu. Mushola yang ada di Pantai Pancur ini bisa dibilang unik arsitekturnya. Mempunyai dua lantai. Lantai bawah digunakan untuk para wisatawan yang biasanya ingin menginap namun tidak membawa tenda, bisa tidur dibawah. Sementara untuk musholanya sendiri berada di lantai 2. Dengan arsitektur kayu khas jaman-jaman kemerdekaan dahulu.

Sabtu, 18.20 selesai sholat lanjut mendirikan tenda

Hari sudah benar-benar gelap. Lantunan suara ombak yang menghantam batu terdengar jelas sekali dari sini. Suara hewan-hewan malam juga mulai terdengar. Bagi yang suka ketenangan alam, Alas Purwo lah rumah kalian. Kombinasi suara hutan dan lautan benar-benar menenangkan. Segera kami mendirikan tenda. Kami membawa 2 tenda saat itu.
Oh iya sedikit tips untuk kalian yang juga ingin camp di Alas Purwo jangan lupa untuk membawa senter/penerangan yang memadai. Karena di camping ground ini tidak ada lampunya sama sekali.

Sabtu, 18.43 menikmati ketenangan Alas Purwo

Tips Backpackeran ke Alas Purwo Banyuwangi
Perjuangan kami biar bisa makan gaisssss wkwkwkwk

20 menit berlalu, tenda siap digunakan. Barang-barang kami masukkan. Kompor kami nyalakan. Oke, menu makan malam kami saat ini mie rebus dan sosis rebus. Hari semakin malam. Suasana makin lebih tenang lagi. Jauh sekali perbedaan dengan di kota. Benar-benar beda suasananya. Sampai-sampai sosis kami gosong. Hanya gara-gara kami semuanya keenakan tidur-tiduran sambil memandangi milkyway yang nyaris bisa dilihat mata telanjang.

Baca juga: “Tips Melakukan Pendakian Gunung Ranti Banyuwangi Agar Dapat Lautan Awan

Minggu, 04.00 kami bangun

Suasana masih dingin. Terdengar ada sedikit suara gaduh di depan tenda. Ternyata di sebrang jalan, ada seorang pekerja hutan yang sedang berusaha memperbaiki truk yang digunakan untuk berangkat oleh sekelompok pekerja hutan. Suasana masih dingin, seperti biasa mager melanda saat bangun tidur. Mata masih berat sekali untuk diajak melek. Setelah berjuang beberapa saat, menggoda teman saya untuk segera bangun, kami semua pun bangun.

Segera bergegaslah kami menuju mushola. Sampai, sayapun langsung ambil air wudhu dan segera ke atas menuju mushola. Betapa terkagumnya saya, saat melihat seseorang yang sejak kemarin saat saya sholat isya sampai saya sholat shubuh saat ini, masih ditempat yang sama, posisi duduk yang sama, jarinya pun tetap memutarkan satu per satu buah tasbih.

Tips Backpackeran ke Alas Purwo Banyuwangi
Ini yang saya maksud di judul
Pakainnya seperti layaknya wali songo yang kental sekali dengan budaya jawa. Tak ingin menganggu kekhusyukannya, kami pun segera menunaikan ibadah sholat shubuh. Selesai sholat, kami segera kembali ke tenda.

Minggu, 05.15 kami kedatangan banyak teman

Tips ke Alas Purwo Banyuwangi
Kalian semua nggk bakal nemu momen kek gini di kebun binatang
Ya masih pagi-pagi begini kami sudah kedatangan banyak teman. Mulai dari segerombolan kera, burung gagak, dan sekeluarga rusa yang sedang mencari makan. Rupanya kera-kera ini mulai mengincar makanan kami. Sementara si Gagak hitam sedang berada di atas tempat sampah mencari sisa-sisa makanan sambil mengeluarkan suara khasnya. Yang mitosnya dulu saat saya masih kecil, kalau ada burung gagak di sekitar kita artinya akan ada hal buruk terjadi. Hahaha, jadi teringat sinetron Indonesia ya. Yang lebih indah, saat kami semua dikagetkan dengan 3 rusa sekeluarga yang tiba-tiba berada di belakang tenda. Dengan nada pelan saya menyuruh teman saya untuk mengambil kameranya diam-diam dan segera memotret. Rusa-rusa ini masih benar-benar liar ya gan, jadi agak sulit untuk didekati. Musti pakai lensa tele kalau ingin memotretnya.
Dengan hati-hati kami mulai mengeluarkan kompor dan beberapa makanan. Terlihat jelas puluhan kera mulai dari di samping kiri kanan, depan balakang, bahkan di atas pohon sudah siap mencuri makanan kami ketika kami lengah. Bubur instant menjadi menu kami pagi ini. Segera kami rebus air. Karena semua dari kami lupa untuk membawa gelas ataupun piring, botol minum yang kami belah dua ini pun jadi gelas darurat kami, hahahha.
Selesai makan kami segera membongkar tenda. Setelah itu kami juga membersihkan lingkungan camping ground. Patut diacungi jempol memang kebersihan wilayah Alas Purwo ini. Tak ada sampah berserakan, tong sampah ada dimana-mana. Dan setiap pagi juga ada petugas yang membersihkan sampah di setiap sudut.
Selesai bongkar tenda kami segera bergegas menuju pantai. Sebelum pulang kami ingin menyempatkan untuk berfoto lagi. Ada satu hal yang baru kami semua sadari saat itu. Bau harum seperti bau dupa. Sejak kami datang kami sebenarnya sudah mencium bau dupa ini, biasanya bau-bau seperti ini kan hanya ada di beberapa sudut, namun di alas purwo ini hampir diseluruh sudut. Mulai dari di pantai, di mushola, di warung, di camping ground. Baunya hampir seperti bau dupa, tapi lebih halus lagi, dan malah menurut saya baunya enak karena menenangkan sekali.
Tips Backpackeran ke Alas Purwo Banyuwangi
Tips Backpackeran ke Alas Purwo Banyuwangi
Tips Backpackeran ke Alas Purwo Banyuwangi

Minggu, 08.15 bergegas meninggalkan Alas Purwo

Helm yang sejak kemarin malam saya tinggal di sepeda motor tetap pada tempatnya. Padahal bisa dikatakan jikapun ada yang mau mencuri helm saya ini, pasti tidak ketahuan. Karena parkiran ini tidak ada yang menjaga namun tempatnya memang berada tepat disamping pos perhutani. Patut diacungi jempol memang orang-orang alas purwo ini. Parkirnya pun tidak membayar alias gratis. Oh iya sedikit informasi dari pantai Pancur tempat saya camp ini ada beberapa destinasi wisata lagi. Ada beberapa goa salah satunya Goa Istana yang dulunya dijadikan tempat bung Karno tirakat. Sementara mitosnya goa ini pula menjadi kerajaan terbesar makhluk-makhluk ghaib di tanah Jawa. Ada juga pantai Plengkung yang digadang-gadang ombaknya termasuk top 5 terbaik untuk surfing se Asia Tenggara.

Tips ke Alas Purwo:

Kendaraan. Untuk anda wisatawan luar Banyuwangi yang ingin mengunjungi Alas Purwo bisa menggunakan jasa travel/opentrip, menyewa motor/mobil. Selain dengan kendaraan pribadi, saya rasa masih belum ada kendaraan umum yang menuju Alas Purwo. Untuk masalah jalannya saat ini sudah 100% aspal.Waktu. Untuk waktu bisa kapan saja. Mau berangkat siang ataupun malam juga bisa. Biasanya untuk weekend saat siang hari akan sangat ramai. Jika anda menginginkan ketenangan saya rekomendasikan datang selain hari weekend atau datang saat sore menjelang malam.

Tata Krama (Penting). Pasti semua orang sudah paham lah dengan Alas Purwo dan sejuta mistiknya. Pesan saya jaga kesopanan. Tutur perkataan apalagi. Saya juga punya cerita unik ya disini. Beberapa waktu yang lalu saya ke Alas Purwo lagi untuk memfoto client saya. Waktu itu saya bawa jaket dan saya taruh di atas motor. Setelah itu seperti biasa foto kesana-kesini. Saat selesai jaket saya sudah hilang. Saya cari kesana-kemari nggak ketemu-ketemu. Nyerah, saya tinggal pulang, sambil mampir ke loket saya cuman berpesan ke petugas piket untuk menanyakan ke petugas lapangan jika ada yang menemukan dikemudian hari tolong dikembalikan. 2 hari kemudian saya dihubungi jaket saya ketemu. Saya tanya dimana ketemunya, katanya ditemukan seorang pengunjung disekitar pantai Trianggulasi. What??? Padahal jarak dari tempat saya memfoto (Depan pura giri salaka) ke Trianggulasi itu lumayan. Kok bisa sampai sana. Usut punya usut saya baru ingat saat saya baru sampai sana, saya sempat keceplosan ngomong Surabayaan (IYKWIM). Jangan ditiru ya geng.

Fasilitas. Untuk fasilitas di Pantai Pancur bisa dibilang sudah bagus. Mushola, Kamar Mandi, Tempat Parkir, Warung, Sewa Alat Outdoor. Mushola, kamar mandi, dan parkir free ya gais. Tanpa biaya sepeser pun.

Cukup sekian dulu ya geng cerita saya kali ini. Mungkin ada pertanyaan atau mau datang ke Banyuwangi bisa tanya-tanya di komen. Kita diskusi bersama, dan semoga juga bisa nggendong Carrier bersama ya geng.

2 comments on “Alas Purwo – Camp di Alas Purwo Banyuwangi, Banyak Orang Tirakad!”

  1. Salam lestari bang, mau tanya aja nih.. kalo untuk jeep di sana itu apa hanya ke plengkung aja ato bisa dibuat nganter ke beberapa destinasi wisata disitu? Terimakasih

    1. Salam lestari.
      Setau saya itu bergantung dari kesepakatan dengan drivernya gan. Karena untuk di alas purwo tdk ada jeep yang stay nunggu penumpang. Harus ikut opentrip atau sewa jeep di jasa pariwisata sekitaran Banyuwangi. Atau kalau enggak, bisa sewa aja motor lebih enak dan fleksibel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *