Puncak Gunung Chumbri! Backpackeran Banyuwangi - Ponorogo - Wonogiri Day 2 - CarrierStory

Puncak Gunung Chumbri! Backpackeran Banyuwangi - Ponorogo - Wonogiri Day 2

by - Minggu, Desember 16, 2018

Oke ini merupakan lanjutan dari artikel Trip Backpackeran saya dari Banyuwangi - Ponorogo - Wonogiri Day 1. Dalam artikel ini saya akan menceritakan trip saya pada hari kedua yang mana inti ceritanya adalah perjalanan saya menuju Gunung Chumbri yang ada di Wonogiri. Oke langsung saja ke ceritanya.

Day 2, 05.00 Berangkat dari Ponorogo menuju Wonogiri

Karena jalur pendakian dari Gunung Chumbri sendiri hanya ada di Wonogiri kita berangkat pagi-pagi sekali. Dengan tujuan sampai Wonogiri tidak terlalu siang dan cuaca juga tidak terlalu panas. Oh iya sedikit informasi gunung chumbri ini secara administratif terletak di Wonogiri, Jawa Tengah. Pemandangan yang disuguhkan berupa jajaran sekelompok bukit yang berada disekitar gunung ini dan juga citylight dari kota Wonogiri dan Ponorogo.

Kita berangkat menuju Wonogiri dengan sepeda motor pribadi, motor hasil meminjam ke pakdhe saya hehehe. Lewat jalur provinsi lalulintas lumayan lancar karena saat itu masih pagi sekali. Pemandangan sepanjang jalan normal berupa bangunan-bangunan pinggir jalan dan hamparan sawah khas jawa timur.

Day 2, 06.15 sampai di Balong. Istirahat sejenak sambil menikmati landscape khas pinggir jalan Jawa Timur-an

Perjalanan menggunakan sepeda motor selama 1 jam di pagi hari yang lumayan dingin membuat kami lelah. Ditambah kami tadi belum sempat sarapan. Jadi kami putuskan untuk istirahat sebentar sekalian sarapan disalah satu warung pecel pinggir jalan. Harganya lumayan murah, 10rb sudah cukup untuk makan dan minum satu porsi, masih dapet krupuk peyek lagi hehehe.

Selesai sarapan lanjut jalan lagi. Keburu siang gan, panas hehehe.

Day 2, 07.30 sampai di Wonogiri, basecamp jalur pendakian Gunung Chumbri

Tepatnya setelah tugu perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah belok ke kanan jika dari arah Ponorogo. Tetap kami pantau secara jeli arah GPS. Mulai keluar dari jalan umum, mulai masuk ke gang-gang sempit. Seperti biasa, GPS menipu kami. Kami diarahkan ke jalan yang saat itu baru mau dibangun jembatan atau memang sudah ada jembatannya tapi roboh. Terpaksa kami putar balik, dan mulai kami klik sana-sini aplikasi Google Maps.

Sekitar 15 menit muter-muter, sampailah kami di basecamp. Tanpa pikir panjang kami langsung beli tiket dan beberapa perbekalan. Beng-beng coklat dan 1 liter air Aqua menjadi perbekalan kami. Karena Gunung Chumbri sendiri tidak terlalu tinggi, perjalanannya tidak sampai 1 hari. Walaupun begitu, haram rasanya jika meremehkan alam.

Day 2, 08.00 Fight for Gunung Chumbri

Perjalanan kami mulai. Matahari sudah lumayan terik. Panas sudah pasti. Di awal-awal trek masih berupa pepohonan yang tidak lumayan lebat. Mudah sekali untuk cahaya matahari menembusnya. O iya informasi lagi ya, untuk gunung chumbri sendiri sepanjang perjalanan tidak ada sama sekali pos. Hanya ada beberapa gubuk yang biasa digunakan pendaki untuk beristirahat.


Ini salah satu lokasi spot foto yang ada gunung chumbri. Saya sendiri nggak tau ya ini lokasi namanya apa, pos apa atau gimana. Yang jelas di belakang foto ini ada gubuk yang bisa dibilang paling bagus dan besar gubuknya ketimbang gubuk-gubuk lain yang ada di sepanjang jalur. Sempet tidur-tiduran sebentar karena udara sejuk banget disini.

Day 2, 11.05 sampai puncak Gunung Chumbri

Setelah sempet istirahat dan berfoto di pos tadi kami lanjutkan perjalanan. Setelah pos diatas jalanan lumayan ekstrim. Jadi treknya melewati pinggir tebing-tebing curam di atas dengan jalur buatan yang terbuat dari bambu dan disusun seperti tangga. Lumayan ekstrim, ngeri, bikin deg-deg an juga. Not Recomended banget buat yang punya masalah mental dengan ketinggian (Serius).

Setelah tegang-tenganan di trek tadi, sampailah kami dipuncak. Bhhh panas bat disini gan. Enggak ada sama sekali tempat teduh. Di atas sini hanya batuan besar yang celah-celahnya kecil sekali, bisa digunakan hanya untuk 2 orang berteduh. Sisanya hanya ada beberapa pepohonan yang lumayan jauh dari lokasi kami.

Voila, inilah puncak dari Gunung Chumbri, Bisa dilihat bayangan saya yang mengarah langsung ke bawah. Yap, matahari tepat lagi tegak di atas kepala. Panas gannnn hehehe..

Ada beberapa spot foto disini gan. Salah satunya yang terbaik adalah di ujung tebing yang menggantung. Yang dimana kami mesti turun lagi untuk ke ujung batunya. Kurang lebih seperti ini gan fotonya.

Ini posisi temen saya tetap di puncak tadi, sementara saya turun ke arah batu ini.
Lumayan bahaya. Sebenarnya juga riskan banget untuk turun kesana gan. Tapi ya gimana lagi, udah jauh-jauh dari ujung timur pulau jawa, sampai Jawa Tengah masa gagal ke spot foto utamanya sih? Hehehe. Yang penting tetap ati-ati gan, perlahan namun pasti. Waktu itu alas kaki saya lepas. Mberangkang secara perlahan, sambil liat bawah. Bhh tinggi juga ya ternyata. Salah pijak dikit aja, udah pasti melayang ini nyawa.

Wajah-wajah pasrah ini gan. Huehehe...

Setelah berjuang, berjalan dengan berhati-hati sampai lah saya di ujung batu ini. Bhh ngeri gan. Pertama kali sampe enggak berani berdiri. Lebarnya paling cuman 1x1 meter.

Wkwkwk, sampai segitunya saya. Bener-bener ngeri gan. Sempet senam jantung juga sih. Hhehe
Di foto ini saya mengeluarkan hp saya. Duduk, sambil mencoba mencari-mencari dimana menu kamera saya. Sambil nenangin jantung juga gan, hehhe. 

Alhamdulillah dh berani berdiri gan. Wwkwkwk
Cari mati apa ya ni orang? Belagu bet baru brani berdiri aja wkwkwkwk

Welcome to Gunung Chumbri
Oke setelah foto sana-sini kami segera turun gan. Enggak betah lama-lama. Panas banget soalnya. Takut kehabisan stok air malah berabe nanti jadinya. Jadi kami langsung turun. Sempet istirahat sebentar juga di pos yang saya bilang paling besar tadi. Setelah itu langsung turun dan kembali ke Ponorogo.

TIPS:

1. Kendaraan. Ini lokasinya strategis banget sih gan. Enggak terlalu jauh dari jalur provinsi. Mungkin agan bisa naik kendaraan umum terus turun aja di tugu perbatasan. Setelah itu agan bisa cari ojek disekitar situ via GoJek karena enggak lumayan jauh. Atau bisa pakai kendaraan pribadi motor ataupun mobil.

2. Logistik. Logistik cukup makanan-makanan ringan dan mineral yang paling penting gan. Nafsu haus jadi tinggi banget. Botol 1 liter kami saja enggak sampai pulang. Di puncak kami sudah kehabisan.

3. Pakaian. Jangan sekali-sekali ke gunung atau mau kegiatan outdoor apa aja pakai celana jeans seperti saya ya gan. Sebenarnya saya sudah tau juga kalau mendaki itu sebenarnya enggak direkomendasikan pakai jeans. Tapi waktu itu berhubung celana kargo saya ketinggalan di Banyuwangi, ya mau enggak mau deh. Don't try this at home ya gan, hehehe. 

4. Mitos. Pas saya pulang ke Banyuwangi dan cerita-cerita tentang Wonogiri ke orang tua sempet merinding-merinding kaget saya gan. Kata ibu saya di daerah pegunungan Chumbri ini mitosnya ada orang Bunian. Suku pedalaman yang semua orangnya berfisik kerdil dan mempunyai kaki terbalik. Selama perjalanan saya sih aman ya gan, enggak nemu apa-apa sih. Alhamdulillah juga dikasih taunya pas udah balik, huehuehe.

5. Biaya. Biayanya kalau dari Ponorogo sih enggak terlalu banyak ya gan. Hanya makan, bensin, tiket, dan logistik. Begini rinciannya.
- Bensin dari Ponorogo - Wonogiri PP = Rp. 40.000
- Makan 2x = Rp. 25.000/org
- Tiket Parkir dan Pendakian = Rp. 5.000
- Logistik = Rp. 15.000 (Aqua 1 liter n beberapa snack)
- Lain - lain = Rp. 20.000
Total = Rp. 105.000,-/Orang

Jadi mungkin cost yang agan butuhkan cuman sekitar 100rb an jika mulai perjalanan dari arah Ponorogo dengan kendaraan pribadi.

Oke cukup sekian dulu ya gan perjalanan kami kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan jika ada pertanyaan bisa tanyakan di kolom komentar. Jika artikel ini dirasa bermanfaat silahkan di share agar bermanfaat juga bagi orang lain ya gan. Cukup sekian, and have a nice day everyone.

You May Also Like

0 komentar