Tips Melakukan Pendakian Gunung Ranti Banyuwangi Agar Dapat Lautan Awan - CarrierStory

Tips Melakukan Pendakian Gunung Ranti Banyuwangi Agar Dapat Lautan Awan

by - Minggu, Desember 23, 2018
Tips Melakukan Pendakian Gunung Ranti Banyuwangi Agar Dapat Lautan Awan
Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Untuk yang pernah ke Gunung Ijen pasti enggak asing lagi dengan gunung yang satu ini. Gunung Ranti bersebelahan langsung dengan Kawah Ijen. Akhir-akhir ini gunung Ranti menjadi primadona dikalangan pendaki maupun remaja Banyuwangi. Pemandangan Puncak Gunung Ranti Banyuwangi tak kalah indah dengan kawah Ijen karena menyuguhkan pemandangan sunrise dengan lautan awan.
Hal itu lah yang membuat saya dan beberapa teman saya mencoba untuk mendaki ke puncak Gunung Ranti. Karena tujuan saya mendaki ke sana ingin melihat sunrise dan lautan awan, saya pun memilih waktu pendakian tidak sembarangan. Karena beberapa teman saya yang sudah mendaki Gunung Ranti Banyuwangi sebelumnya ada yang kena php karena tidak mendapat lautan awan. Pengen tau tipsnya? Oke simak perjalanan saya.

Sama seperti saya ke Ijen beberapa bulan lalu, selepas isya menjadi pilihan waktu yang tepat untuk kami berangkat. Saya dengan Usuf, Wawan dengan Inggrid, dan Kabil yang seorang diri. 5 orang 3 motor. Kami pun berangkat.

Tujuan awal kali ini kami tidak langsung menuju Basecamp, namun menyempatkan terlebih dahulu untuk menuju (GOR) Banyuwangi. Rekan seduluruan perguruan pecak silat kami (Panca Bela) sedang bertanding disana.
Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Istirahat di sekitar Banyuwangi Kota

20.30 Kami pun sampai kawasan Banyuwangi Kota. Mampir di Indomart untuk membeli beberapa keperluan logistik. Setelah itu lanjut mencari masjid untuk melaksanakan sholat isya. Selesai sholat kami langsung menuju GOR.

Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Puncak Gunung Ranti Banyuwangi

Rabu, 23.00 berangkat menuju Paltuding, Basecamp Gunung Ranti

Selesai dari GOR tepat pukul 23.00 kami berangkat menuju Paltuding yang menjadi basecamp dari gunung Ijen maupun Ranti. Jarak dari Banyuwangi Kota ke Paltuding sekitar 1 jam. Perjalanan hampir sama seperti pada artikel saya sebelumnya saat menuju Ijen.

Sampai di rest area kami pun membayar biaya retribusi sebesar 5rb. Kami sempatkan untuk istirahat mendinginkan mesin motor. Ini sudah menjadi budaya kami kalau mau naik ke Paltuding, mengingat sepedah saya dan inggrid ini sepeda matic yang ngos-ngosan banget kalau diajak nanjak.

Mesin sudah cukup dingin, kami pun melanjutkan perjalanan. Gerimis seperti perjalanan sebelumnya. Jalanan menjadi lumayan licin karena aspal jalan menuju Paltuding ini baru di aspal beberapa bulan yang lalu.

Kami kembali berhenti tepat sebelum tanjakan tertinggi yang ada di Ijen. Ini juga budaya kami. Dirasa mesin sudah cukup dingin satu per satu dari kami melanjutkan perjalanan. Saya terakhir. Badan condong ke depan, jalan secara zig-zag, gas pol. Alhamdulillah berhasil. Jurus jitu kami masih cukup kuat untuk menaklukan tanjakan ini.

Kamis, 00.00 sampai di basecamp Gunung Ranti

Sekitar jam 12.00 sampailah kami di basecamp. Tepatnya disebelah kiri jalan kalau dari arah Banyuwangi sebelum basecamp Ijen. Parkirannya masih cukup kecil, mengingat memang rute dari Gunung Ranti ini masih baru dan minim pengunjung.

Setelah itu kami memilih untuk istirahat di salah satu warung. Saya sendiri memilih untuk membeli makan. 
A = SAYA
B = PENJUAL

A: "Buk, dahar buk."
B: "Pakai ayam apa telur dek? Kalau ayam 20rb telur 15rb." (Waduh mahal bet, dlm hati saya.)
A: "Mboten sah ndamel lawuh pun buk." (Sempet shok dengan harga ini. 20rb men. Jadi milih nggak usah pakek lawuh apa-apa dah. Budget pas"an gannn. wkwkwk.)

Kalau yang ngerti bahasa jawa pasti pahamlah dengan percakapan di atas. Iya, harga makan disana sekitar 20rb. Bhh itu kalau buat pelajar kayak saya, bikin jantung mau copot gan. Untung dikasih tau harganya sama ibuknya, kalau enggak jelas musnah ini isi dompet. So, ya udah saya makan cuman pakai sayuran biasa. Nggak papa gan, penting ada nasinya kalau saya. Wwkwkwk.

Selesai makan dan siap-siap kami pun berangkat.

Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Dari kiri: Saya, Inggrid, Usuf, Wawan, dan Kabil

01.00 berangkat dari basecamp gunung Ranti. Target sunrise udah di puncak

Foto dulu sebelum berangkat. Setelah itu kami berdoa. Lalu berangkat. Ok, first impression sama tanjakan pertama membuat posisi saya yang sebelumnya di depan perlahan-lahan ke geser ke belakang. Wkwkwwk. Baru beberapa tanjakan sampailah kami di pos 1. Langsung semua pada ngos-ngosan.

Istirahat beberapa saat langsung kami melanjutkan perjalanan. Penyiksaan dimulai dari sini. Setelah pos 1 semua trek berupa tanjakan. Enggak ada landainya sama sekali gan. Tanjakan semua. Enggak terlalu banyak hal yang bisa diceritakan. Karena enggak ada bedanya gan dari pos 1 sampai puncak.

Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Foto ini diambil saat saya mendaki Gunung Ijen
Jika agan sudah pernah membaca artikel saya saat mendaki Ijen mungkin agan sudah tau Gunung Ranti itu yang mana (Bisa klik disini). Foto ini diambil saat saya mendaki Ijen. Gunung Ranti tepat ada di puncak paling kiri dari foto ini. Jadi memang bersebelahan Ranti dan Ijen ini.

Dari awal sampai pos 3 bisa dikatakan saya kewalahan habis-habisan. Selalu saya yang di posisi terakhir. Tapi setelah pos 3 yang justru kata Wawan dan Kabil (Temen saya yg udh pernah kesini) tanjakannya lebih gila, justru saya malah mulai merasa enteng dari pos 3. Jadi yang semula posisi jalan Wawan paling depan, Usuf, Inggrid, Galang, dan Saya setelah pos 3 berubah jadi Wawan, Usuf, Saya, Galang, dan Inggrid.

Entah kenapa setelah pos 3 kaki jadi lebih enteng. Pundak yang semula berat banget karena carrier jadi enggak semakin berasa. Malah si Inggrid yang sebelumnya on fire banget mulai keliatan kecapekan.
Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Ini pos 3 saat perjalanan turun.
Sebelumnya maaf saya enggak tau betul waktu itu saya sampai pos 2 jam berapa, pos 3 jam berapa. Yang jelas perjalanan terlama itu menurut saya pas sampai di pos 3 menuju puncak. Itu asli lama banget. Kami semua mulai sering break. Tapi menurut saya sendiri nggak apalah. Saya sendiri enggak bisa kalau disuruh jalan cepat. Pelan tapi stabil itu jadi andalan saya. Ya walaupun di awal-awal sempet ngos-ngosan dan memperlambat tim. Toh puncaknya juga tetap, nggak akan lari kemana kok.

Kamis, 05.00 sampai di puncak Gunung Ranti

Singkat cerita sekitar pukul 5 pagi sampailah kami di puncak Ranti. Tepat saat sunrise mulai keluar. Ini pertama kali saya melihat lautan awan sejelas, seindah, sedekat ini. Benar-benar indah. Segera saya, Wawan, dan Usuf mendirikan tenda. Sementara Inggrid dan Galang masih dibelakang. Karena saya pikir saat itu lebih baik kami menuju puncak dahulu dan langsung mendirikan tenda, agar saat Inggrid sampai dia bisa langsung istirahat.
Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Puncak Gunung Ranti Banyuwangi

Tenda selesai didirikan, si Usuf juru masak andalan kami langsung memasak air untuk menyeduh coklat sasetan yang menjadi andalan kami saat berpergian kemana-mana. Coklat hangat siap, kami pun mengambil satu per satu gelas. Bayangkan. Di puncak, cuaca cerah, udara dingin segar, di depan mata ada lautan awan pas sunrise lagi. Sambil menyruput segelas coklat hangat. Ini salah satu momen paling menenangkan hati banget.
Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Puncak Gunung Ranti Banyuwangi

Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Puncak Gunung Ranti Banyuwangi

Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Puncak Gunung Ranti Banyuwangi

Selama kurang lebih 1 jam kami semua menikmati moment tersebut. Sebelum akhirnya kami semua tidur. Perjalanan ke puncak yang full dengan tanjakan membuat kami lelah. Selesai masak dan berfoto ria kami putuskan untuk tidur untuk istirahat dan persipan turun.

Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Pemandangan siang hari saat di puncak Gunung Ranti
Tepat jam 09.00 kami pun bangun. Di depan tenda saya liat si Usuf sedang memasak mie. Sambil menunggu matang kami pun beres-beres tenda. Ternyata tinggal rombongan kami yang berada di puncak, sementara lainnya sudah turun saat kami tidur.

Mie matang, waktunya makan. Setelah selesai makan kami packing ulang tas. Dari arah utara kelihatan jelas kabut mulai datang ke arah puncak. Segeralah kami turun.

Perjalanan turun cuaca cukup bersahabat. Berangin dan lumayan berkabut. Di beberapa pos sempat kena kabut tebal tapi alhamdulillah kabutnya hanya lewat. Kami pun bisa melanjutkan perjalanan.

Puncak Gunung Ranti Banyuwangi
Pos 3 saat perjalanan turun dari Puncak Gunung Ranti Banyuwangi

Sekitar 12.30 siang kami sampai basecamp. Intinya trek Ranti ini masih fresh jadi lumayan banyak tanjakanannya. Eh, enggak lumayan tapi emang mulai awal sampai puncak. Intinya buat yang pengen kesini wajib minimal fisik lah seminggu sebelum hari H. Terus wajib bawa tenda atau kalau nggak mau bawa ya habis sampai puncak langsung turun lagi aja (Klo nggk capek) atau bisa tidur ditanah beratap kan langit. Huehehe.

Oke seperti biasa. Di akhir artikel kita akan bahas masalah tips untuk yang pengen mendaki ke Ranti ini.

Kendaraan. Untuk kendaran saya ulangi sekali lagi rutenya sama seperti kalian menuju Ijen. Wajib sewa motor atau mobil, atau bisa juga pakai jasa ojek. Karena rutenya menuju basecamp lumayan nanjak dan bahaya agan bisa baca tips saya biar enggak kejadian rem blong dan semacamnya saat menuju basecamp. Artikelnya ada disini.

Makanan. Harga makanan di basecamp Ranti ini memang lumayan gan. Seperti cerita saya di atas. Harganya sekitar 15rb - 20rb. 10rb itu hasil dari engo saya sendiri sama ibu penjualnya, enggak pakek lawuh gan:v wkwkwkw.

Rincian biaya.
Bensin: 40rb
Makan: 10rb x 2 = 20rb
Tiket: 10rb (5rb x 2)
Kupluk: 25rb (Buat oleh-oleh)
Logistik: 20rb

Total: 115rb
Jadi total biaya saya untuk pendakian ke Gunung Ranti ini sekitar 115rb gan. Saya saranin untuk pembelian bensin dan makanan bisa beli di bawah aja sebelum ke Paltuding. Karena di sekitar Paltuding ini semua harga sudah naik.

Waktu. Biar bisa dapat lautan awan ini saya kemarin mengandalkan aplikasi AccuWeather gan. Waktu itu saya cek tanggal hari H saya (Hari H pas sampai puncak). Saya pilih hari yang di aplikasi prediksinya hujan ringan. Dengan begitu pasti jika di daerah Paltuding hujan ringan saat malam harinya paginya udah pasti awan bakal ngumpul di sekitar gunung Ranti gan. Selain itu ada yang bilang juga berangkat sore hari karena potensi dapatnya lebih besar cuman resikonya panas dan bakal menguras energi lebih berat pas trekking.

You May Also Like

0 komentar